Selasa, 16 Juni 2009
Menjual Sisir Pada Biksu
a) Tidak mungkin, itu mustahil
b) Gile Bener
c) Aku akan sekali mencoba untuk melaksanakan instruksi bos saya
d) Baiklah, saya akan coba
e) Ya, saya pikir bisa menjualnya (5 buah, 10 buah, 50 buah atau lebih, sebutkanlah jumlahnya)
Pilih satu jawaban dan baca tulisan di bawah untuk meilhat apakah anda termasuk orang yang berjiwa sukses atau tidak.
Cerita : MENJUAL SISIR PADA BIKSU
Ada sebuah perusahaan "pembuat sisir" yang ingin mengembangkan bisnisnya, sehingga management ingin merekrut seorang sales manager yang baru.
Perusahaan itu memasang IKLAN pada surat kabar.
Tiap hari banyak orang yang datang mengikuti wawancara yang diadakan ... jika ditotal jumlahnya hampir seratus orang hanya dalam beberapa hari.
Kini, perusahaan itu menghadapi masalah untuk menemukan calon yang tepat di posisi tersebut. Sehingga si pewawancara membuat sebuah tugas yang sangat sulit untuk setiap orang yang akan mengikuti wawancara terakhir.
Tugasnya adalah : Menjual sisir pada para biksu di wihara.
Hanya ada 3 calon yang bertahan untuk mencoba tantangan di wawancara terakhir ini. (Mr. A, Mr. B, Mr. C)
Pimpinan pewawancara memberi tugas :
"Sekarang saya ingin anda bertiga menjual sisir dari kayu ini kepada para biksu di wihara. Anda semua hanya diberi waktu 10 hari dan harus kembali untuk memberikan laporan setelah itu.."
Setelah 10 hari, mereka memberikan laporan.
Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. A :
"Berapa banyak yang sudah anda jual?"
Mr. A menjawab : "Hanya SATU."
Si pewawancara bertanya lagi : "Bagaimana caranya anda menjual?"
Mr. A menjawab: "Para biksu di wihara itu marah-marah saat saya menunjukkan sisir pada mereka. Tapi saat saya berjalan menuruni bukit, saya berjumpa dengan seorang biksu muda - dan dia membeli sisir itu untuk menggaruk kepalanya yang ketombean."
Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. B :
"Berapa banyak yang sudah anda jual?"
Mr. B menjawab : "SEPULUH buah."
"Saya pergi ke sebuah wihara dan memperhatikan banyak peziarah yang rambutnya acak-acakan karena angin kencang yang bertiup di luar wihara. Biksu di dalam wihara itu mendengar saran saya dan membeli 10 sisir untuk para peziarah agar mereka menunjukkan rasa hormat pada patung sang Buddha."
Kemudian, Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. C :
"Bagaimana dengan anda?"
Mr. C menjawab: "SERIBU buah!"
Si pewawancara dan dua orang pelamar yang lain terheran-heran.
Si pewawancara bertanya : "Bagaimana anda bisa melakukan hal itu?"
Mr. C menjawab: "Saya pergi ke sebuah wihara terkenal. Setelah melakukan pengamatan beberapa hari, saya menemukan bahwa banyak turis yang datang berkunjung ke sana. Kemudian saya berkata pada biksu pimpinan wihara, 'Sifu, saya melihat banyak peziarah yang datang ke sini. Jika sifu bisa memberi mereka sebuah cindera mata, maka itu akan lebih menggembirakan hati mereka.' Saya bilang padanya bahwa saya punya banyak sisir dan memintanya untuk membubuhkan tanda tangan pada setiap sisir sebagai sebuah hadiah bagi para peziarah di wihara itu. Biksu pimpinan wihara itu sangat senang dan langsung memesan 1,000 buah sisir!"
MORAL DARI CERITA
Universitas Harvard telah melakukan riset, dengan hasil :
1) 85% kesuskesan itu adalah karena SIKAP dan 15% adalah karena kemampuan.
2) SIKAP itu lebih penting dari kepandaian, keahlian khusus dan keberuntungan.
Dengan kata lain, pengetahuan profesional hanya menyumbang 15% dari sebuah kesuksesan seseorang dan 85% adalah pemberdayaan diri, hubungan sosial dan adaptasi. Kesuksesan dan kegagalan bergantung pada bagaimana sikap kita menghadapi masalah.
Dalai Lama biasa berkata : "Jika anda hanya punya sebuah pelayaran yang lancar dalam hidup, maka anda akan lemah. Lingkungan yang keras membantu untuk membentuk pribadi anda, sehingga anda memiliki nyali untuk menyelesaikan semua masalah."
"Anda mungkin bertanya mengapa kita selalu berpegah teguh pada harapan.
Ini karena harapan adalah : hal yang membuat kita bisa terus melangkah dengan mantap, berdiri teguh - dimana pengharapan hanyalah sebuah awal. Sedangkan segala sesuatu yang tidak diharapkan .... adalah hal yang akan mengubah hidup kita." Meredith Grey, Grey's Anatomy - Season 3
Ingatlah, saat keadaan ekonomi baik, banyak orang jatuh bangkrut. Tapi saat keadaan ekonomi buruk, banyak jutawan baru baru yang bermunculan. Jadi, dengan sepenuh hati terapkanlah SIKAP kerja yang benar 85%. Semoga sukses !"
Selasa, 31 Maret 2009
Anak Muda Yang Merubah Dunia
1. Blake Ross (founder : Mozilla)
Blake menciptakan website pertamanya di usia 10 th. Dia bahkan telah bekerja di intern Netscape di usia 15 th. Lebih baik dari Bill Gates, Blake hanya jarang berkuliah karena fokus pada pekerjaannya. Tidak puas dengan browser Netscape, bersama dengan Joe Hewitt, Blake membuat proyek opensource yang dinamakan dengan Firefox. Dirilis di tahun 2004 pada saat Blake berusia 19 th, Firefox dengan cepat memperoleh segmen pasar dengan 100 juta download dalam waktu kurang dari satu tahun.
2. Larry Page and Sergey Brin (founder : Google)
Page dan Brin sama-sama berusia 25 th ketika mereka mendirikan Google.inc di tahun 1998. Sejak kecil, Page memang bercita-cita untuk menjadi seorang penemu. Page dan Brin bertemu di Stanford ketika mereka kebetulan sama-sama mengambil program Ph.D di bidang ilmu computer. Dengan ketertarikan yang sama, mereka menjadi teman akrab dan mengembangkan algoritma Pagerank yang kemudian menjadi keunggulan mutlak google. Pada tahun 2007, mereka berdua mendapat ranking 1 dari “ 50 orang paling penting di dunia web” oleh majalah PC World.
3. Mark Zuckerberg (founder : Facebook)
Pada awalnya, Mark yang pada tahun 2004 berusia 19 th mencoba membuat situs jaringan pertemanan yang terbatas pada kalangan kampusnya. Dan hanya dalam waktu relative singkat situs itu mampu menjaring 2/3 lebih mahasiswa Harvard sebagai anggota tetap. Kekuatan visi yang dimilikinya membuat Mark mengikuti jejak seniornya – Bill Gates untuk drop out dari Harvard dan mengelola dengan serius Facebook. Dengan berbagai kelebihan yang dibuat Mark pada Facebooknya, membuat situs ini telah dikunjungi lebih dari 60 juta orang. Kabarnya Microsoft harus mengeluarkan dana tak kurang dari US$ 240 juta untuk memiliki saham hanya 1,6 persen saja, Ini berarti nilai kapitalisasi saham Facebook bisa mencapai US$15 miliar! Tak heran, Mark kemudian dinobatkan sebagai miliarder termuda dalam sejarah yang memulai dari keringatnya sendiri.
4. Matt Mullenweg (founder : Wordpress)
Satu lagi pemuda dropout yang mengubah dunia. Matt berusia 18 th ketika mengembangkan Wordpress bersama koleganya. Pada tahun 2007, Ia pun dinobatkan sebagai 16 dari “50 Orang Terpenting di Dunia Internet” oleh PC World. Dan pada pertengahan Januari 2009, Matt berkunjung ke Indonesia dalam rangka menghadiri sekaligus menjadi tamu utama dalam acara Wordcamp Indonesia 2009 - “1st Annual Conference for Indonesian WordPress Enthusiasts”.
5. Steve Chen dan Chad Hurley (founder : You Tube)
Para pencipta dari situs web “berbagi video online”, YouTube. Mereka mendirikan YouTube pada 2005 ketika Chad berusia 28 tahun dan Steve 27 tahun. YouTube kemudian diakuisisi oleh Google dengan nilai $1.65 milyar.
6. Jerry Yang dan David Filo (founder : Yahoo)
Yahoo! Bermula dari hobi dua mahasiswa Stanford, Jerry dan David yang memang sangat tertarik pada internet. Keunikan yang dimiliki Yahoo! Membuat situs tersebut memiliki tak kurang dari 100 ribu klik tiap harinya di tahun 1994. Sadar dengan peluang bisnis di tangan, Jerry dan David memulai kerjasama bisnis dengan investor di Silicon Valley pada tahun 1995. Kini Saat ini, Yahoo! telah menjadi pemimpin komunikasi global lewat internet, komersil dan perusahaan media yang telah menjadi brand jasa jaringan lebih dari 232 juta individu setiap bulannya di dunia maya. Jerry berusia 26 tahun dan David Filo 28 tahun ketika mereka menciptakan Yahoo!.
7. Tom Anderson (founder : Myspace)
Tom berusia 28 th ketika menset up halaman pertama Myspace pada tahun 2003. Saat ini, Myspace adalah situs social networking terpopuler kedua setelah Facebook. Di Amerika,, Myspace adalah situs terpopuler bagi remaja, dan selalu berada di daftar teratas web traffic rankings.
Kapankah kita seperti mereka....??
Walaupun kita tidak sehebat mereka, paling tidak rubah lingkunganmu dari yang paling kecil... dan mulailah sekarang juga...
Rabu, 11 Maret 2009
Sang Pemenang...
Suatu ketika, tampak sekelompok anak laki laki sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan di sebuah pusat perbelanjaan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya.
Diantara ke 4 anak itu, Ada seorang anak bernama Randi. Mobilnya tak istimewa, dibanding semua lawannya, mobil Randi lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsingkan bahkan meremehkan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.
Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik.Dengan tampilan seadanya , yang dibuat dari kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Randi bangga terhadap mobil yang dimilikinya , karena mobil itu buatan tangannya sendiri.
Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 "pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya.
Namun, sesaat kemudian, Randi meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak menepi dan berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan yang bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!"
1..2...3...Dor. Tanda pertandingan dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. "Ayo...ayo...cepat...cepat, maju...maju", begitu teriak mereka. Ahha... sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlampaui. Dan Randi lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Randi. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati "Terima kasih."
Saat pembagian piala tiba. Randi maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahhkan, ketua panitia bertanya. "Hai jagoan kecil kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?". Randi terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil rasanya meminta pada Tuhan untuk menolong saya demi mengalahkan orang lain. Aku , hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah." Semua hadirin terdiam mendengar ungkapan bijak dari mulut seorang anak laki laki kecil. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.
Renungan :
Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal, bukanlah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan- Nya, dan panduan-Nya?
Kita sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah. Sesungguhnya, Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya yang shaleh.
(by : Irma Sustika)








